Kurtilas "berhenti", semangat tidak boleh berhenti
Sejak kurikulum
2013 di terapkan pada beberapa sekolah, guru menyesuaikan diri bagaimana cara
menerapkan pelaksanaanya. pro dan kontra pun terjadi, ada yang mendukung dan
tidak sedikit yang keberatan dalam melaksanakannya.
Setelah
pergantian menteri pendidikan dan Kebudayaan, Anies
Baswedan mengumumkan hasil evaluasi Kurikulum 2013. Ada tiga keputusan ; pertama,
menghentikan Kurikulum 2013 untuk sekolah yang baru menyelenggarakannya selama
satu semester dan kembali menggunakan KTSP 2006. Kedua, melanjutkan Kurikulum
2013 bagi sekolah yang telah melaksanakannya selama dua atau tiga semester
sebagai sekolah percontohan. Ketiga, Kurikulum 2013 diserahkan pada Pusat
Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) serta Unit Implementasi Kurikilum (UIK),
dengan begitu perbaikan terhadap Kurikulum 2013 tidak berhenti namun diperbaiki
dan akan dikembangan menjadi lebih baik lagi.
Dampak perubahan kurikulum secara mendadak itu memang
sedikit menyulitkan karena harus melakukan penyesuaian kembali dari berbagai
aspek kurikulum 2013 yang sebenarnya baru saja dijalankan. Kalau kita kaji ada beberapa
kelebihan dalam kurikulum 2013. Pertama, siswa dilatih bagaimana cara
mendapatkan ilmu dengan melakukan penelitian sendiri. Kemudian siswa aktif
bertanya atau mengkomunikasikan tentang percobaannya,
baru siswa dapat menyimpulkannya. Kedua, dalam sisi perbaikan akhlak kurikulum
2013 lebih mampu untuk mengatasinya, karena penerapannya lebih banyak dalam
sisi skill dan moral daripada aspek pengetahuan.
Saya sendiri sebenarnya lebih cocok menggunakan kurikulum
2013, karena siswa tidak terlalu dibebani dalam penguasaan pengetahuan. Dengan
adanya kurikulum 2013, datang angin segar bagaimamana membentuk insan yang
cerdas tidak hanya dalam hal kognitif tetapi juga secara emosional dan spiritual. Tetapi, walaupun kurikulum 2013
diberhentikan untuk sejumlah sekolah. Para guru sebaiknya tidak berhenti dalam
melaksanakan tujuan baik dari adanya kurikulum 2013. Mari kita sebagai pendidik
berusaha secara maksimal membentuk pribadi – pribadi yang unggul dengan cara –
cara yang diajarkan pada penerapan kurikulum 2013.

Post a Comment